Senin, 19 November 2018

Dia yang unik, Dia yang manis, Dia yang lucu, dan Dia yang juga bisa Menyakiti dan Menyeramkan...

DiSMA.  SMAN 1 PALMATAK adalah sekolah yang cukup membuat kami tersenyum dan sangat banyak cerita disana, mungkin benar kata orang. Kalau SMA adalah masa-masa terindah bagi para Remaja yang menunjukan kehebatannya, kemandiriannya, kepintarannya, dan kesombongannya, dan juga tak pernah lepas dari kenakalannya.


Ini semua bermulai sejak kenaikan aku dikelas 11. Disaat itu apa yang aku harapkan di kelas 10 dulu terwujud. Karna dulu aku sangat berharap kalau aku dan teman-temanku bisa satu kelas, bersama bercanda dan bersama sama membuat tugas, walau kadang yang membuat tugas itu Cuma beberapa orang saja. Aku akan menyebutkan nama teman-temanku. Yang pertama sosok manusia yang tinggi kurus menjulang dan sangat menggilai music DJ, yang sangat menjadi Fans beratnya DJ AS-ONE/BATAM dialah FEDY M PUTRA. Adapun yang kedua namanya SHONI J. atlet VOLLEY BALL di Desa kecil bersebelahan dengan Desaku. Ketiga, sosok ini sangat membuatku gila dengan sifatnya yang sangat kuat berdebat, aku sendiri kadang juga sering Emosi menghadap perdebatannya yang sangat keras untuk dihancurkan. Dan aku sendiri adalah orang yang bisa dikatakan peduli dengan teman, dan kadang entah kenapa, aku bisa membaca pikiran dan tindakan setiap orang yang ada disekitarku, dan kadang aku terlintas apakah aku punya bakat menjadi PSIKOLOG.

Kami berempat bisa dikatakan Geng yang kuat melawak dan menjadi gila dan ricuh bila mereka bertiga melihat cewek cantik apalagi dengan Body cewek itu hot. Jujur aku sendiri kadang dengan hal-hal begitu kurang tertarik karna mungkin itu bukan sifatku. Karna aku dari SMP tak begitu mengejar wanita walau dia suka padaku, paling aku hanya bisa berkata ‘’iya, aku sangat menghargai perasaanmu , aku hargai itu!’’. Tapi sifatku yang ini seakan menghilang total semenjak aku kenal dangan seorang wanita complete bagiku, Delva triawanti namanya.

Kisah itu bermulai sejak hari pertama MOS disekolah kami. Begitu banyak siswa baru disekolah ini, tapi aku pun tak satu wanitapun yang membuat aku tertarik untuk mengejarnya, terkecuali untuk temanku yang bertiga tadi. Mereka saling berlomba untuk mendapatkan wanita, tapi lucunya tak satu pun yang bisa mereka dapatkan. Dulu mungkin aku bisa dikatakan sangat dingin dengan perempuan,  paling aku akan bicara serius dengan wanita itu bila ada tugas kelompok saja ataupun jika hanya ada kegiatan lain, yang tak bisa aku selesaikan sendiri.

Ada suatu saat terlintas ditelingaku siswa baru dari luar yang pakaiannya beda sendiri dari yang lain, dan bisa dikatakan itu anak langka. Aku sendiri sempat berfikir ‘’kenapa ada anak Kota yang mau sekolah dikampung!, aku aja pribadi ingin sekali sekolah dikota dengan fasilitas sekolah yang lengkap dan mengasikan tak membosankan!,’’ah paling dia hanya ingin pamer kemampuannya disini!! Pergi sana! Jangan ambil muka disini!!’’ ujarku dalam hati.

Dan tiga hari setelahnya MOS pun berakhir. Dan kamipun dikumpulkan untuk mengadakan pemisahan dan pemilihan ekskul. Pada saat itu cuaca panas terik, apalagi aku dalam keadaan yang kurang fit untuk berjemur. Setelah barisan telah diatur sesuai ekskul. aku bebaris dibarisan paling depan dan ada sosok wanita yang sangat cantik tapi sederhana dan  bisa aku liat dari matanya kalau dia sangat disiplin dan sangat detail. Aku mulai penasaran dengan wanita yang barusan aku liat tadi, seperti apa dia?, siapa dia? Dia darimana? Dia sangat sangatt beda dari yang lain!! Gumamku dalam hati. Sebelumnya aku tak pernah merasa begini. Dan aku mulai mencari tau.

Pas diwaktu aku pulang selalu terbayang wajahnya. Pertanyaan ku masih sama, ‘’siapa namanya?,’’ aku akan mencari tau besok. Pada keesokannya aku mendengar dari anak tongkrongan lain ngobrol kalau anak baru itu namanya Delva, dan dia masuk di ekskul PASUS. ‘’loh, barisan PASUSkan kemarin disamping barisanku. Apa jangan-jangan???’’
Waktu demi waktu berjalan, bagai air yang mengalir tanpa tertahan oleh satu sampahpun.  Dan bahkan aku mulai penasaran dengan orang ini. Apa benar anak itu namanya Delva??, anak baru dari luar yang aku tidak suka itu??, pertanyaan itu terus mengambang dipikiranku.

Dan beberapa hari setelahnya. Ada kakak kelas yang mau mendata ulang anak-anak yang ikut latihan paskib kemarin, karna data yang sebelumnya hilang dan apalagi telah masuknya siswa baru. Kemungkinan guru ingin mencari siswa baru yang bisa paskibra. Sebenarnya aku sangat ingin ikut tes itu, dan karna kakak kelas itu bilang ini hanya untuk anak yang sudah mendata kemarin, aku mengurungkan niatku untuk ikut. Dan hari-haripun berganti disekolah kami juga ada pergantian osis, dan guru-guru wali kelas sibuk mencari muridnya yang ingin mencalonkan anaknya menjadi ketua dan wakil osis. Aku tidak berminat untuk menjadi pemimpin, lebih baik menjadi anggotanya saja, itupun sudah cukup. Hari per hari berganti, aku mendengar kalau Delva si anak baru itu juga mendaftar Paskib dan calon Osis sekaligus. Aku penasaran dengan anak ini, logikaku ‘’anak baru dari luar lolos paskib? Dan sekaligus ingin mencalonkan diri menjadi wakil osis?? Wow.. hebat anak ini’’

Hari-haripun berlalu, dan sampailah kampanye pemilihan ketua dan wakil Osis baru. Dan aslii, tidak ku sangka ternyata wanita indah itu adalah Delva, yang mencalonkan menjadi buk wakil dan Paskib secara sekaligus, wahh wah wahh… hebat anak ini baru beberapa minggu hidup diSMA sudah berprestasi seperti ini. Dan lagi yang membuatku salut dengannya, dia sangat pintar berbicara didepan umum, tidak seperti cewek-cewek sekarang kebanyakan hanya pintar gosip, dan hanya sekedar belajar yang pintar, tapi ngga bisa untuk bicara di depan umum, aku sangat kagum dengan orang ini. Dia sangat manis ketika berbicara, dan juga santun, apalagi saat ditanya oleh guru, dia menjawab dengan santai tapi pasti gitu, paham gak sih lu??, iyaa meyakinkan gitu.

Di saat malamnya setelah itu, aku tinggal diDesa terpencil yang sangat sulit dengan kata Internet, jadi setiap kami mau ngenet pasti harus ke kantor-kantor tertentu yang ada Wi-Fi gratisnya gitu. Saat itu penasaranku dengan anak itu kian meletus dan dan menyebar, karna aku tertarik dengannya. Mungkin bisa dikatakan kalau aku sudah tercantol hati dengannya. Malam itu aku datang ke tempat wifi ingin mencari Facebook atau Instagramnya. Tapi yang nyeseknya aku tidak menemukan sama sekali info-info tentangnya diinternet,’’apakah dia gak main Sosmed??, dan apakah mungkin dia ngga punya Hp??,, jangankan mau dapet nomor Hpnya nyari Identitasnya aja ngga ketemu!!’’. Lalu tak lama datang seorang teman aku, Zaki namanya dia juga mau ngenet, lalu aku panggilkan supaya dia ke tempat aku. Ngga lama kemudian dia bercerita tentang Delva yang sangat panjang sekali, aku hanya bisa bilang ‘’iyaa,, truss’’ yaa gitu aja paling. kesimpulan ceritanya yang bisa ku ambil hanyalah Delva sudah kenal dia, dan yang terpenting aku bisa ambil kalau dia pasti punya nomer Hpnya Delva. Jadi aku Tanyakan, ‘’lu punya nomernya Delva ngga??’’, “punya, tapi kayaknya Delva ngga bolehin kalau orang lain minta deh kayaknya’’ jawabnya Zaki. Temen-temen yang baca cerita ini, kalian tau ngga kalau itu hanyalah alasan classic, intinya dia ngga mau ngasih Nomer Hp, karna dia pasti takut kalau kita bisa buat nyaman cewek itu dari pada dia. Jadi aku Tanya lagi kan ke Zaki “masa iyaa dia ngga bolehin? , lu aja kali yang pelit. “iyaa bener,, dia gak bolehin, sebaiknya jangan ya, aku takut dia marah sama aku” jawab Zaki lagi. “lebay kali lu, gitu doang juga” gumamku dalam hati. “yaudah lu ada riwayat chat sama dia ngga??, gue mau liat dia itu orangnya gmana,,,” Tanya ku lagi kan. “ohh.. ada nih, tapi jangan ambil nomernya yah”. “Okee.. aman,, tenangg,, enjoy” balasku. Lalu dia kasih Hpnya ke aku kan, mungkin dia gak sadar kalau diriwayat itu terpampang nomernya Delva, lalu aku salinkan diam-diam. Aku sambil ngobrol-ngobrol yang mengalihkan pembicaraan, jadi dia ngga terlalu fokus sama gerak gerikku. Lalu dapatlah aku nomer gebetan ku itu, betapa bahagianya seolah aku sedang mengangkat piala emas, yang lebih mahal dari semua piala Ronaldo. Aku kembalikan Hpnya Zaki kan, terus aku pulang kerumah. Dan aku cobakan chat Delva nomer Hp yang sudah lama aku incar. Mungkin tuhan memihak kepadaku saat itu, pikirku. Aku pertamakan salam dalam chat kepadanya. Lalu apa??, dia membalasnya dengan baik juga, dia menerima salamku dan menanyakan kabar, padahal dia belum tau nomor asing yang masuk itu siapa.

Singkat cerita, sampailah di tanggal 17 Agustus 2018, disini penampilan pertama Delva, kamu pernah kebayang gak, kalau prempuan udah cantik di make up dan dipasang seragam paskib gimana??, bagiku itu sesuatu yang sederhana tapi Complete, apalagi keliatan sangarnya, wajah cantik, hati baik dan sangar itu adalah tipe aku. Sebelumnya aku pernah chat Delva kalau aku mau kenalan sama dia, dia bilang “Okee, dan dia bilang kenalan pas waktu 17 agustus aja, kan kita kumpul tuh.” . iyaa aku memang kenalan sama dia tapi pas selesai upacara penutupan.
“Va?”
“iyaa,, kak?”
“ini kamu kan Va?”
“iyaa… hehee.. emang knapa?”
“kamu beda hari ini, rapi dan sangar Va…”
“Masaa iyaa??... makasih makasih” dengan rautan malu-malunya.
“yaudah.. sampai ketemu besok disekolah.. “
“Okeee kak”
Ada apa ini, aku sangat gugup untuk bicara padanya, untung tadi tidak berkeringat. Kebayang gak lu Friend?? Lu ketemu gebetan yang rapi, cantik, tapi lu dalam keadaan acak-acakan??. Upacara itu cuacanya sangat panas. Logika aja muka cowok kenapa, cowok-cowok pasti ngerti.


to be continued.......